ombak yang datang seperti menghempaskan segalanya,,
dan embun pagi yang timbul seperti menenggelamkan hati yang mencoba kembali berjalan,,
seperti nada yang sumbang yang tak bisa melanjutkan syairnya,
walau harus terus bernyanyi..
ah, andai melodinya yang pada awalnya berjalan mayor..
kini nyanyiannya yang indah kemudian berganti..
dalam pekatnya lirik yang melantunkan melodi minor,
indah.. namun menyesakkan..
Laraku kian bertuju,kemana ia akan berhenti,
Atau akan terus mengurai mimpi..
Nantikan jiwa yang kembali terang.. lalu kemudian redup..
Gantungkan harapan, kemudian jatuh..
Iringan kata yang manis, kemudian pahit.,..
Tak dapatkah selamanya bersama,..?
apa yang akan dilakukan, jika semua kata yang terucap terlihat dusta..
apa yang akan dilakukan, jika semua harapan terlihat maya..
pagi ini aku menatap langit, biru membiru.. terang benderang..
namun ada satu bagian gelap, entah itu bulan atau awan hitam..
mungkin itu mimpi yang terlupa..
Langit, hanya kaulah yang bisa menyatukan apa yang aku rasa..
hanya kaulah yang bisa kutatap bersamanya meski dia entah berada dimana..
langit..
aku akan terus berucap..
aku akan terus berharap..
aku akan terus pergi dan berlari..
meski mimpiku terlupa,
meski jiwaku terkoyak..
Aku pergi.
namun hanya satu kalimat yang bisa aku jabarkan dalam mayanya jiwa yang tertinggal untukmu..
..aku RINDU , TAPI TAK BISA MERINDU ..