Kamis, 13 Januari 2011

,,bahkan gurunpun berkata sama seperti langit tentang hatimu,

.. pernah aku mengejarmu hingga berjalan ditengah gurun. panas terik, ular derik, hingga kaktus menggelitik hatiku yang sedang terusik..

sempat kutemui oase ditengahnya, berharap dahaga kehilanganmu sedikit terkikis, miris..

kau tak ada disana. yang ada hanya butiran pasir, menunggu diterbangkan angin gurun yang membawa kehampaan..

ah, gurun memang menyesatkan. seperti hatimu. tak ada petunjuk. membingungkan.

anehnya, aku terus saja mengejarmu hingga berjalan ditengah gurun.panas terik, ular derik, hingga kaktus terus menggelitik hatiku yang kian terusik bisik.

kembali kutemui oase ditengahnya, berharap dahaga kehilanganmu sedikit terkikis, miris.. tak ada jawaban pasti. lagi - lagi hanya ular yang terus berdesis, memecah harapan yang kian tipis..

kau tak ada disana. yang ada hanya butiran pasir, menunggu diterbangkan angin gurun yang membawa kehampaan..

ah. mungkin hatiku seperti gurun. membingungkan.

karena aku masih saja mengejarmu dan kini berlari ditengah gurun. panas terik, ular derik, hingga kaktus sudah tak kuperdulikan lagi. hatiku memang sudah terusik olehmu.

tak kutemui lagi oase ditengahnya. meski masih berharap dahaga kehilanganmu sedikit terkikis, miris memang. namun itu yang terjadi.

dan,ya, aku tau kau tak ada disana, disana hanya ada butiran pasir yang mulai berterbangan diterbangkan angin gurun yang masih saja membawa kehampaan.

ah, gurun memang tempat terbaik untuk menyembunyikan sesuatu. menyesatkan, membingungkan.

seperti hatimu, tak dapat kumengerti, meski kuikuti jejak yang kau tinggalkan pada pasir gurun yang kemudian hilang tertiup angin,,

semoga suatu saat nanti, ketika kau menoleh kebelakang, kau akan menyadari, bahwa ada jejak lain yang mengikutimu.. menanti sapamu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar