Jumat, 03 September 2010

.. langit yang sakit ..

Dan mulai besok, aku akan terus bergumam,,

“Dewata... beta cinta buta, harta pelita mata menata pita tinta peta cerita, terbata gita derita kita...”

Iya, benar! Dia...

Dia melihat ke atas, pada bintang

Pada bulan, kadang mentari dan awan..

Bukan padaku...

Hemh... aku cuma langit tempat menggantungkan semua perhiasan indah itu.

Aku selalu ada di sana, tapi aku tak pernah ada dimatanya.

Dia tak pernah sadar, ketika dia menanti bulan yang enggan menatapnya, mencari bintang yang lelah menari untuknya, memuja awan yang meneduhi pandangannya, atau menghujat mentari yang membakar kulitnya...

Aku disana, menatapnya, memandanginya...

Melirik padanya, mencuri pandang darinya...

Dan itu membuatku sakit.

Kau tak tahu ya?

Langit tak berkulit, tapi bisa sakit...


oleh : G.Annisa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar